Rekomendasi Destinasi Wisata Edukasi di Garut! Cocok untuk Anak-Anak

oleh -

GARUTMU.COM – Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki berbagai macam pusat wisata, mulai dari wisata alam yang terdiri dari gunung, laut, hutan, danau, sungai, air terjun hingga wisata buatan.

Bahkan saat ini Garut sudah memiliki berbagai macam wisata edukasi yang bisa para warginet nikmati diliburan kali ini, wisata edukasi di Garut ini juga sangat cocok untuk anak-anak lho, berikut daftarnya.

Pusat Konservasi Elang

Pusat Konservasi Elang merupakan suatu tempat yang dimanfaatkan untuk melindungi, meneliti, mengembangkan satwa berserta ekosistemnya. Seperti namanya Pusat Konservasi Elang ini bertujuan untuk melindungi burung elang yang populasinya mulai terancam. Saat ini Pusat Konservasi Elang Kamojang merawat 122 ekor elang.

Pusat Konservasi ini terletak di kaki bukit blok Citepus Taman Wisata Alam, Kamojang ini merupakan wisata edukasi yang bisa para warginet kunjungi bersama anak-anak karena di sana para warginet bisa mempelajari burung Elang dan bagaimana pusat konservasi bekerja dalam menjaga dan melindungi elang.

Dinoland

Dinoland merupakan tempat wisata yang memiliki tema hewan purbakala, seperti namanya yakni Dinoland ini menyediakan wahana animatorik yang terdiri dari berbagai macam dinosaurus, bahkan animatorik dinosaurus ini dibuat semirip mungkin.

Selain itu, para warginet dapat mendengar suara dari dinosaurusnya lho! Selain melihat animatorik dinosaurus di sana juga terdapat playground, photoooth bertemakan dinosaurus, restoran, minimarket hingga foodcourt. Dinoland ini beralamatkan di Kp. Cibolerang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler.

BACA:  Bermain di Desa Saung Ciburial, Eduwisata yang Ekologis dari Pelosok Garut!

Taman Satwa Cikembulan

Taman Wisata Cikembulan ini beralamatkan di Desa Cikembulan, Kecamatan Cikembulan merupakan taman satwa yang memiliki koleksi berbagai macam satwa seperti berbagai macam jenis burung, berbagai jenis hewan primata seperti monyet, orang uta, siamang hingga kucing besar seperti singa dan harimau.

Disini para warginet bisa melihat atraksi hewan sembari mempelajari berbagai macam jenis hewan. Taman Wisata Cikembulan ini menyediakan berbagai macam fasilitas mulai dari arena permainan anak hingga restoran.

Kampung Bareto Wisata Budaya

Kampung Bareto Wisata Budaya ini merupakan wisata edukasi yang memiliki tema tradisional sehingga para pengunjung diajak untuk merasakan suasana kampung tempo dulu yang kental akan budaya sunda.

Kampung Bareto ini terletak di area perkebunan kopi arabika yang beralamatkan di Jalur Kereta Api Garut – Cikajang no.18, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan. Kampung Bareto ini menyediakan aktivitas tradisional seperti permainan tradisional seperti sondah, engklek hingga bekles.

Jika para warginet tidak paham cara memainkan permainan tradisional ini warginet tidak perlu khawatir karena di sana disediakan instruktur yang akan menjelaskan dan mengejarkan permainan tradisional tersebut.

Jika cape bermain maka para warginet bisa langsung pergi ke restoran dan menyantap makanan khas sunda. Di sana juga terdapat museum yang berisikan peralatan rumag tangga dan perkakas khas masyarakat sunda di zaman dahulu.

Kabuyutan Ciburuy

Kabuyutan Ciburuy merupakan tempat wisata yang memiliki banyak nilai sejarah, Kabuyutan Ciburuy atau Situs Ciburuy ini merupakan cagar budaya sehingga tempat ini tidak bisa diperlakukan secara sembarangan. Kabuytuan Ciburuy ini merupakan peninggalan sejarah Sunda dan menyimpan banyak manuskrip yang ditulis oleh para cendikiawan Sunda.

BACA:  Sungai Cimanuk, Sungai yang Mengaliri 5 Kabupaten di Jawa Barat

Kabuyutan Ciburuy ini terletak di Desa Pamalayan Kulon, Kecamatan Bayongbong. Meskipun Kabuyutan Ciburuy ini merupakan tempat yang dilindungi dan tidak bisa diperlakukan secara sembarang Kabuyutan Ciburuy ini terbuka untuk umum dan menjadi Cagar Budaya. Kabuyutan Ciburuy ini merupakan tempat wisata edukasi yang cocok untuk para warginet yang ingin mempelajari tentang sejarah Sunda.

Kampung Pulo

Kampung Pulo merupakan kampung adat sejarah yang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles ini merupakan sebuah daerah yang masih menerapkan adat-adat yang mereka.

Bahkan di Kampung Pulo juga terkenal akan sejarahnya, bahkan di Kampung Pulo masih menyimpan banyak peninggalan sejarah seperti buku-buku, manuskrip hingga rumah pendiri Kampung Pulo yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Sebagai kampung adat tentu saja terdapat larangan dan aturan yang harus ditaati, maka jangan lupa untuk tetap patuh ya para warginet.

Kampung Dukuh

Kampung Dukuh sama seperti Kampung Pulo, Kampun Dukuh merupakan kampung adat yang berada di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet ini merupakan kampung yang masih menegang budaya dan tradisinya secara teguh. Bahkan budaya dan tradisinya ini dapat dilihat melalui bangunan-bangunan yang ada di Kampung Dukuh.

BACA:  Hayu Balapan Sepeda Sambil Menikmati Indahannya Alam Jabar Selatan

Kampung Dukuh juga memegang teguh budayanya sehingga disana para warginet dapat melihat upacara adata yang digelar pada waktu-waktu tertentu. Di Kampung Dukuh ini para warginet bisa belajar mengenai sejarah dan kebudayaan Sunda serta menikmati keindahan alam yang ada di sekitar Kampung Dukuh.

Candi Cangkuang

Candi Cangkuang merupakan candi Hindu yang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles ini berdekatan dengan Kampung Pulo, bahkan secara lokasi Candi Cangkuang ini berdekatan dengan Kampung Pulo. Sehingga jiga para warginet pergi ke Candi Cangkuang maka para waginet dapat sekalian mengunjungi Kampung Pulo.

Di Candi Cangkuang ini para warginet akan melihat Candi Cangkuang dan juga makan kuno yang merupakan makan Arief Muhammad yang merupakan pendiri Kampung Pulo.

Situs Pasir Lulumpang

Situs Pasir Lulumpang merupakan wisata arkeologi di mana terdapat peninggalan zaman megalitikum berupa punden batu. Saat ini Situs Pasir Lulumpang merupakan Cagar Budaya yang dilindungi oleh pemerintah.

Situs Pasir Lulumpang ini terletak di Desa Cimaremen, Kecamatan Banyuresmi ini memiliki bukti sejarah yang kuat. Di sana para warginet akan melihat jejak ritual pertanian yang dilakukan di zaman megalitikum dan juga punden berundak yang khas zaman megalitikum.

Situs Pasir Lulumpang ini merupakan tempat wisata yang cocok untuk para warginet yang ingin mempelajari tentang benda peninggalan zaman megalitikum.***

ET