Ada Logo Muhammadiyah di Pintu Ka’bah? Ini Penjelasannya

oleh -
Ilustrasi (Istockphoto)

GARUTMU.COM — Bagi mereka yang pernah melihat pintu Ka’bah dengan lebih teliti, baik melalui foto, replika, atau miniatur pintu Ka’bah atau bahkan melihat pintu Ka’bah secara langsung, akan melihat ada dua ornamen bergambar matahari bersinar dua belas, dengan tulisan Arab di tengah keduanya. Sehingga muncul anggapan bahwa ada logo Muhammadiyah di pintu Ka’bah.

Maka benarkah ada logo Muhammadiyah di pintu Ka’bah? Lalu apa dan bagaimana sejarah, spesifikasi, dan ornamen di pintu Ka’bah ?

Spesifikasi pintu Ka’bah

Pintu Ka’bah yang terpasang hari ini terbuat dari emas murni seberat 280 kilogram, berada sekitar 2.22 meter dari atas tanah, memiliki tinggi sekitar 3,18 meter, dengan luas 1,71 meter dan tebal kusen sekitar setengah meter.

Pintu Ka’bah terdiri dari dua daun pintu di kanan dan kiri, dengan kain yang menutupinya dari luar. Baik pintu Ka’bah maupun kain yang menutupinya dipenuhi ornamen Arab yang cukup indah, unik dan sedikit rumit.

BACA:  Saudagar Batik, Mobilisator Gerakan Muhammadiyah Garut

Sejarah singkat pintu Ka’bah

Memang belum bisa dipastikan dengan jelas sejak kapan Ka’bah memiliki pintu sebagaimana lazimnya. Akan tetapi para Sejarawan Islam berpendapat bahwa pintu Ka’bah sudah ada sejak era Kaum Tubba’ atau era Kerajaan Yaman Kuno. Di era kaum Quraisy, pintu Ka’bah kemudian disempurnakan dengan dua daun pintu berbahan kayu.

Hingga pada tahun 781 H /1380 M , pintu Ka’bah kemudian dihiasi dengan lebih baik. Begitu pula di tahun 961 H / 1554 M dan 964 H / 1557 M, Sultan Sulaiman yang berkuasa masa itu kemudian memperindah pintu Ka’bah dengan melapisinya dengan perak.

Di masa pemerintahan Murad IV pada tahun 1045 H/ 1636 M, pintu Ka’bah kembali dihias, dan disempurnakan kembali di era Sultan Ahmad Khan dengan ukiran nama dan tahun renovasinya.

Hingga era Kerajaan Arab Saudi, terkhusus di era ‘Abdul ‘Aziz pada tahun 1944 M yang memperbarui pintu Ka’bah dengan pintu berbahan alumunium, dengan dilapisi perak dan emas, berukir al-Asma al-Husna. Sedangkan pintu Ka’bah yang bertahan hingga hari ini adalah pintu Ka’bah yang dibuat di era Raja Khalid bin ‘Abdul ‘Aziz di tahun 1977 M.

BACA:  Pesan PDM Kabupaten Garut di Musycab Muhammadiyah-Aisyiyah Cabang Leles: Muhammadiyah itu Harus Memberikan Manfaat!

Adapun ukiran matahari yang mirip dengan logo Muhammadiyah, baru tampak pada pintu Ka’bah yang dibuat di era ‘Abdul Aziz (1944) dengan 16 sinarnya. Sedangkan ukiran matahari bersinar 12 adalah pintu Ka’bah era Khalid bin ‘Abdul ‘Aziz (1977) yang diukir dengan lebih modern dan rapi. Sejauh ini, ukiran matahari tidak ditemukan di pintu Ka’bah yang lebih lama dari dua periode raja Arab Saudi ini.

Perlu diketahui pula bahwa penggunaan logo matahari yang serupa dengan logo Muhammadiyah sudah banyak dipakai oleh lembaga-lembaga apapun di berbagai negara. Meskipun mungkin perlu dilacak, apakah ukiran logo matahari dengan dua belas sinar di pintu Ka’bah di era Khalid ini terinspirasi dengan logo Muhammadiyah yang sudah berdiri di Indonesia sejak 1912 ? Pertanyaan ini belum mendapat jawaban pasti.

BACA:  “Rumah Muhammadiyah” di Garut

Ornamen pintu Ka’bah

Dari paling atas, adalah ukiran lafadz “Allah Jalla Jalaluhu” dan nama “Muhammad” –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Pada baris kedua, bertuliskan “bismillahirrahmanirrahim” di daun pintu kanan, dan “udkhuluha bis alamin aminin”, bermakna “masuklah ke dalamnya dengan keselamatan dan keamanan” di daun pintu kiri. Ini merupakan ayat 46 dari Surat Al-Hijr.

Pada baris ketiga, terdapat ukiran “ja’alallahu-l-ka’bata-l-baita-l-harama qiyaman linnasi wasy syahral haram…” yang bermakna “Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram…” merupakan penggalan Surat Al-Maidah ayat 97.

Sedangkan baris keempat terukir “Wa qul rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja sidqin waj’alni min ladunka sulthanan nashira” bermakna “Dan katakanlah ‘Wahai Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang benar (baik) dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik pula, dan karuniakanlah padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong ”. Ini merupakan ayat ke-80 dari Surat Al-Isra’.***(Faruqi)

___

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

ET